Minggu, 09 Februari 2014

puisi bunda

Bunda….
Kaulah pancaran cahaya hidupku
Memancarkan cahaya kasih
Yang tak pernah lengah
Meski nestapa meleburkan asa
Tutur katamu…
Adalah sebuah penerang jalanku
Menyinari hari-hariku yang suram
Bertabur cinta dan kasih sayang
Yang tak pernah hilang
Hujan…
Badai…
Ombak…
Tlah kau lalui..
Demi cintamu pada buah hati
Meski jiwamu bertabur sepi
Bunda…
Karnamu…
Karna jasamu
Karna Cintamu
Aku bisa seperti ini
Menitih jalan kehidupan
Yang penuh gelombang dan karang yang terjal

cerbung remaja

Cerita cinta masa remaja

kenalin namaku ASHILLA ANATASYHA ANDREAZ . aku punya kakak cowok yang sangat lucu,gemesin,njengkelin tapi baik sih , nama kakakku GABRIEL FERNANDO ANDREAZ . bundaku ANISA ALFIANA dan ayahku ANDREAZ ROUSDY .


Pagi hari yang cerah, seorang cewek masih bergelut di kasurnya. Udara sangat sejuk, sampai-sampai ia malas bangun dari kasur. Begitu ia membuka mata yang pertama kali dilihatnya adalah jam yang ada di dinding kamarnya. Matanya langsung terbuka.
“haaahhhhh???? Ya ampun … ini bener jam segini ???? ooohhhh tiddddaaaakkkkk !!!!!!!!” teriaknya spontan dan bergegas mandi . setelah mandi ia segera ke ruang makan .

“pagi sayang!!” sapa bunda dengan lembut . “ihhh bunda,kakak,ayah kok gak ada yg bangunin ashilla sihhh,, udah tau alika susah untuk bangunnn…” protes ashilla dengan wajah cemberut .
“loe sih kayak kebo!!!!” ledek kak iel . “ihhhh kakak mahh gitu” sahut ashilla . “udah-udah sayang jangan pada berantem , masih pagi” bunda menenangkan . “ashilla kamu berangkat sama siapa?” Tanya ayah . “ berangkat ama……”, “jangan ama gue ye, gue mau ama rendy” sambung kaki el . “ihh kakak siapa juga yg mau berangkat ama kak iel, orang aku berangkatnya bareng ferdian kok, ihhh pede amat..” protes ashilla . “sudah2 jgn berantem mulu!!! , yaudah kalau kamu berangkat ama ferdian , hati2 ya!!” kata ayah.
tak lama kemudian bel rumah berbunyi (ting tong) . tanpa dilihatpun aku sudah tau siapa orang itu . “iyaaaaaaaa sebentarrr!!!!” teriak ashilla .
“ashilla cepetan ferdian udah datang tuhh!!!!” sahut mama . “iya ma” jawabku . “dasar lemot!!!!” ejek kak iel . aku tak mendengarkan ejekan kak iel , aku pamit dan langsung berangkat sekolah bareng ferdian .
Ferdian adalah tetangga ku plus sahabatku . yahh bisa dibilang sahabat baikku, dia temen curhatku . dia anak orang yang kaya . dia baik & pintar . dia juga tampan . dulu waktu SD kelas 6 banyak orang membully.ku gara-gara ku deket ama dia . hmm, padahal kan aku Cuma sahabatnya . dia pindahan dari korea, jadi agak bule-bule gitu dehh !! . nama lengkapnya FERDIAN STEFANO SAVERO . tapi dia beragama islam . karna Cuma lahirnya aja di korea tapi dia asli bandung . hehehe . aku kenal ferdian dari kelas 6 . awal aku ketemu dia pada waktu aku beli komik . dia juga beli komik . dan yang aku cari sama dengan yg dia cari . ya begitulah sedikit tentang dia .

hari ini adalah hari pertama masuk setelah MOS jadi hanya pengenalan lingkungan,kakak kelas,guru,dll .
“sudah sampai nih shill ,, turun!!” pinta ferdian . “siap!! , thanks yee fer, kamu emng baik dehh!!” pujiku kepada ferdian . “haha, gue gak butuh pujian loe!!!! basi -_- “ canda ferdian . “ihhhh ferdian gituu!!!!” jawbku dengn wajah cemberut . “iya-iya ashilla yg cantik , jangan ngambek donk” rayu ferdian . “hehehe.. bercanda” senyumku . “yaudah gue parkir dulu , loe duluan aja kesana” pinta ferdian . “okkkeee!!!!” jawabku .

setelah itu aku pergi ke mading untuk mengetahui dimana kelasku dan apa nama kelasku . dalam perjalanan menuju ke mading aku lihat banyak orang di mading sampai aku tak dapat melihat isi mading itu . kupandangi murid-murid disini terlihat wajahnya ramah-ramah dan pandanganku hilang seketika ada kakak kelasku yang aku rasa yaahhhh so perfectly lah . aku kagum dengannya . karna menurutku dia baik,keren,ganteng,kaya,ya gittulah . aku melamun seandainya aku dapat berkenalan dengannya ahhh sungguh bahagia nya diriku . kemudian ferdian memecahkan lamunanku . “ duarrrrrr!!!!! Hahhhaha” teriaknya yang membuat aku sampai kaget . “ihhh ferdian gak lucu tau’ . untung aja aku gak kena sakit jantung untuk ngehadepin kamu!!!!” kataku dengan sebel . “hehehe. Sampai segitunya . lagian loe nya yang ngelamun , ngapain juga loe ngelamun . ngelamunin gue yakk???” canda ferdi . “busyeettttt dahhhh ferdian pede amat . enggak kok tadi gue lihat ada kakak kelas” jawabku .”emang kenapa dengn kakak kelas itu??” Tanya ferdiaan . “ichhhhh kepo amat sih ferdian . “kepo juga boleh !!! ayo donk kasih tau!!!” pinta ferdian . “arrrghhhh udahlah . ayo ke mading!!” ajakku mengalihkan pembicaraan sambil menarik tangan ferdian .
kulihat mading mencari namaku dan ternyata......................????

cerbung remaja

Cinta tak Bisa Ditebak
~Cinta tidak perlu mata angin, dia tau jalannya sendiri~

Kamis pagi kali ini seperti biasa matahari bersinar dengan terik dengan ciri khas musim panasnya yang masih berlanjut hingga kini. Seorang siswi SMP dengan tubuh tinggi, berkulit putih, dengan tas punggungnya yang berwarna putih berlarian dari ruang makan dan bergegas mengenakan sepatunya, Shilla nama anak itu, dia berlari menuju pintu gerbang dengan terburu-buru. Seperti biasa pagi ini dia bangun kesiangan dan kemungkinan besar dia akan telat untuk sampai kesekolahan seperti hari-hari sebelumnya.
“Ma, Pa Shilla berangkat ya.” teriaknya dari pintu gerbang.
“Iya, hati-hati” jawab mamanya dari pintu.
Shilla pun berlari agar tidak terlambat.
Sampai di jalan raya waktu menunjukan pukul 06.55 sedangkan bel masuk sekolah pukul 07.00, tapi setelah lama dia menunggu tidak ada satupun bus yang longgar. Sampai jam 7 dia baru mendapatkan bus, walaupun bus itu jurusan masuk terminal. Setelah 15 menit dia baru sampai sekolah. Benar saja ternyata sampai disekolah semua kelas sudah tertutup rapat. Shilla pun mencoba berlari ketika melewati ruang BK yang terpaksa harus dilewatinya untuk menuju ruang kelasnya.
“Ashilla kamu terlambat lagi? Cepat masuk ruang BK dulu!” tiba-tiba terdengar suara mengejutkan dari belakang.
Shilla pun menoleh kebelakang ternyata dia ketahuan oleh salah seorang guru BK. Iapun terpaksa harus masuk keruang BK.
“Terlambat lagi Ashilla Zahrantiara?” tanya Pak Marno
“Iya Pak.” jawab Shilla
Pak Marno kemudian memberikan surat  ijin masuk kelas, namun seperti biasa ada sanksi bagi anak yang terlambat yaitu harus melepas sepatunya sampai jam pelajaran selesai, mau tidak mau Shilla harus melepas sepatunya juga, ia kemudian berlari menuju ke kelas. Sampai di kelas pelajaran sudah dimulai, jam pertama adalah jam nya Pak Eva seorang guru yang mengajar Bahasa Indonesia. Shilla pun ditertawakan oleh teman sekelasnya karena ledekan Pak Eva yang terkenal humoris itu.
                Setelah bel istirahat berbunyi seperti biasa Shilla berkumpul dengan Sivia dan Angel sahabatnya sejak kelas 7 yang kebetulan selalu sekelas dengannya.
“Haduh Shill, udah berapa kali lo lepas sepatu?” tanya Sivia
“Tiga kali.” jawab Shilla dengan tampang innocence nya.
“Ya ampun Shilla, lo itu seksi pencatat rekapitulasi (catatan skors pelanggaran tata tertib) kok malah catatan rekap lo sendiri udah penuh” ejek Angel
“Nggak penuh kok baru 3” jawabnya membela diri.
“Iya, baru tiga tapikan yang lainnya baru 1 malah ada yang masih kosong” sahut Sivia partner nya dalam pencatat rekapitulasi di kelas mereka.
“Kalo orang pinter mah telat nggak papa” celonong Kiki yang lewat didepan mereka.
Shilla memang siswa yang pandai dikelasnya 8b, dia selalu mendapat rangking satu. Kelasnya pun merupakan salah satu kelas terbaik di SMP Harapan Bangsa.
Setelah membeli jajan di kantin, Shilla, Sivia, dan Angel duduk dikursi depan kelas mereka.
“Shilla lo dicari Bu Mamik” kata Ify teman Shilla dari kelas 8d.
“Ada apa ya?” tanya Shilla
“Gue enggak tau tadi cuman suruh cari lo aja.” jawab Ify lalu pergi.
“Waduh ada apa ya? Jangan-jangan gara-gara gue sering telat lagi?” kata Shilla.
“Enggak-enggak, yaudah kalo penasaran cepetan pergi sono.” jawab Sivia
“Ya elah gue di usir nih ceritanya, yaudah deh gue pergi dulu .” jawabnya tanpa ragu-ragu walau tidak memakai sepatu.
                Sesampainya di depan kelas 8a, Shilla mendengar seperti ada yang memanggilnya, benar juga  ternyata yang memanggilnya adalah Cakka salah satu anak terpintar di kelas 8a dan juga terkenal cool kata orang-orang sih, tapi enggak bagi Shilla lho.
“Oh lo yang manggil gue, ada apa?” kata Shilla
“Lo mau nemuin Bu Mamik ya?” tanya Cakka
“Iya.” jawab Shilla
“Gue tadi disuruh Bu Mamik katanya suruh cari kamu.” kata Cakka
“O.” jawab Shilla singkat
“Lo telat ya? Kok enggak pakai sepatu?” tanya Cakka setelah melihat kaki Shilla yang tanpa sepatu itu.
“Ya gitu deh.” jawab Shilla ringan.
Merekapun segera menemui Bu Mamik. Sesampai di kantor dan bertemu dengan Bu Mamik, mereka dijelaskan bahwa mereka akan diikutkan dalam lomba LCC. Dan harus pembimbingan setiap pulang sekolah.
               
Setelah bel pulang sekolah berbunyi Shilla, Sivia, dan Angel duduk dilantai depan lab komputer untuk mendiskusikan dan mencari bahan-bahan tentang tugas IPS.
“Pulang yuk Shill, udah banyak nih?” ajak Angel
“O, iya gue lupa! Kan gue suruh kumpul buat pembinaan.” kata Shilla menepuk jidatnya
“Pembinaan apa sih?” tanya Sivia penasaran
“Gue tadi kan dipanggil Bu Mamik ternyata gue disuruh ikut lomba LCC, terus setiap pulang sekolah pembinaan.” jawab Shilla menerangkan.
“Aduh Shill, makanya kalo punya penyakit pikun itu jangan dipelihara.” jawab Sivia mengejek.
“Huu, lo tu kerjaannya ngatain gue mulu.” jawab Shilla.
Merekapun tertawa bersama-sama. Tak berapa lama Cakka muncul.
“Pembinaan kan? Kok masih disini?” tanya Cakka.
“Emang udah mulai? Lo kok juga masih ada disini?” tanya Shilla balik.
“Enggak tau kayaknya sih belum, kan cuman kita bedua. Tadi gue nungguin lo biar nanti enggak usah nunggu-nunggu gitu, eh lo nya enggak nongol-nongol ya udah gue samperin kesini daripada nggak jadi gara-gara lo nggak datang.” jawab Cakka.
“O, iya udah, lo duluan aja nanti gue nyusul, di lab Bahasa kan?” kata Shilla.
“Iya.” jawab Cakka lalu pergi.
“Lo lomba LCC nya sama Cakka? Cuman berdua gitu?” Tanya Sivia enggak yakin
“Lombanya cuman berdua tapi kan masih ada gurunya.” jawab Shilla singkat lalu pergi
“Ih, Shilla gue belum selesai tanya nya tau! Malah nyelonong!” teriak Sivia
“Lanjut besok aja tanya nya, gue lagi sibuk.” jawab Shilla nyengir
               
Saat di lab ternyata guru yang akan mengajar mereka belum datang, merekapun hanya diam sendiri-sendiri entah apa yang mereka pikirkan, mereka memang belum saling kenal saat kelas 7pun Shilla tidak pernah sekelas dengan Cakka hanya mendengar kabar dari teman-temannya tentang Cakka. Setelah beberapa lama, akhirnya Shilla memulai pembicaraan.
“Eh, ini gimana? Gurunya kok belum ada yang datang?” tanya Shilla ke Cakka.
“Yaudah lo cari sana.” usul Cakka.
“Lo dong yang harusnya nyari kan lo yang usul.” elak Shilla.
“Lo aja deh, lo mau kita disini sampai malam.” elak Cakka ogah.
“Enggak lah apalagi, cuman sama lo.” jawab Shilla mengalah.
Shilla pun akhinya turun menuju kantor untuk mencari Bu Mamik, sesampai dikantor. Dia lalu menghampiri Bu Mamik, ternyata Bu Mamik lupa jika hari ini guru yang akan mengajar mereka sedang sakit. Akhirnya mereka hanya diberi tugas untuk mengerjakan soal-soal.
                Di lab Shilla memberikan soal-soal itu pada Cakka.
“Tu, suruh ngerjain itu. Bu gurunya sakit.” kata Shilla.
“Gue nggak bawa bukunya tu, lo bawa enggak?” tanya Cakka.
“Bawa.” Jawab Shilla.
“Kita ngerjainnya barengan aja ya.” kata Cakka.
“Terserah lo aja deh, yang penting gue cepet pulang.” jawab Shilla mulai menunjukkan sikap cuek nya.
Mereka lalu mengerjakan tugas bersama, sekitar 1 jam mereka sudah selesai mengerjakan tugas. Shilla kemudian memberitahu Bu Mamik, merekapun diizinkan pulang.
                Mereka memang satu jalur, tapi rumah Cakka lebih jauh daripada rumah Shilla. Waktu menunjukan pukul 05.00, setelah beberapa lama Citra menunggu bus ternyata bus pada saat jam itu memang penuh-penuh nya. Tak berapa lama Cakka datang menghampiri Shilla.
“Belum pulang lo?” tanya Cakka
“Lo kan bisa lihat sendiri, lo kok juga belum pulang?”
“Habis karate tadi, udah setengah jam lo belum pulang?” kata Cakka
“Belum busnya penuh-penuh.”
“Yaudah bareng gue aja naik bus jurusan timur, lewatkan kalo kerumah lo?” ajak Cakka
“Lewat sih, yaudah deh gue bareng lo aja, daripada enggak pulang.”
Setelah 5menit menunggu merekapun naik bus.
                Sampai dirumah Shilla pukul 05.30, setelah mandi dia langsung membuka laptopnya dia berniat akan melanjutkan tugas IPS nya dan membuka facebook, ternyata saat itu Cakka juga sedang online, kemudian Cakka dan Shilla pun berchattingan membicarakan tentang LCC.